Selama kita hidup teruslah belajar bagaimana cara menjalani hidup……, begitu petuah bijak yang pernah saya dapatkan dari buku kekuatan sikap positif.
Dan saat ini, saya menemukan pembelajaran bagaimana memaknai kesuksesan dalam hidup ini, melalui buku “setengah Isi Setengah Kosong” yang ditulis dengan indah oleh bapak Parlindungan marpaung, seorang yang sangat layak mendapat sebutan “The Inspiring Trainer”.
Lewat buku beliau, saya mendapat sebuah konsep baru mengenai makna sebuah kesuksesan. Selama ini, saya menganggap bahwa sukses adalah saat kita menduduki posisi tertentu atau saat kita mencapai sesuatu yang kita impikan.
Ternyata, sukses adalah sebuah proses, kesuksesan dimulai ketika kita memulai sesuatu dan menjalaninya dengan perbedaan. Sukses dalam bekerja bukan dinilai dari seberapa banyak uang yang kita peroleh, juga bukan dari seberapa tinggi jabatan yang di capai. Lebih dari semua itu, sukses dalam bekerja adalah sukses menjalani apa yang sedang kita kerjakan dalam suka maupun duka. Karena pada hakekatnya, sukses adalah sebuah perjalanan.
Seorang motivator no 1 di Negara kita, bapak Andri Wongso mempunyai motto “sussces is my right” sukses adalah hak saya…., bila kita kaitkan dengan konsep kesuksesan yang saya dapatkan dari buku ini, motto tersebut sangatlah tepat. Sukses memang hak saya, artinya sukses adalah hak setiap orang, apapun dan siapapun mereka.
Suksesnya seorang petugas kebersihan (cleaning service) adalah saat ia mampu mengerjakan tugasnya dengan begitu sempurna, membersihkan dengan penuh ketekunan dan kesungguhan hati, sehingga orang disekitarnya merasa senang karena dapat merasakan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Seorang pejabat atau pengusaha yang bergelimang harta dan kekuasaan tidak dapat serta merta diktakan sukses apabila harta yang dimiliki tidak memberikan manfaat bagi orang sekitarnya, apabila jabatan dan kekuasaan yang dimiliki justru lebih banyak menyengsarakan daripada memberikan kebahagiaan pada orang – orang yang menjadi bawahanya.
Dengan demikian, ada satu hal yang menjadi catatan penting dalam konsep ini, bahwa setiap orang memiliki standar kesuksesan masing-masing. Kita tidak boleh menggunakan standar orang lain dalam memaknai kesuksesan hidup yang kita jalani. Itu adalah sebuah kekeliruaan yang fatal yang mungkin menyebabkan rasa pesimis dalam mencapai kesuksesan itu sendiri. Dapat kita bayangkan bila petugas kebersihan diatas menggunakan standar kesuksesan seorang pengusaha atau pejabat, walaupun tak ada yang mustahil didunia ini, namun itu hanya akan melahirkan rasa frustasi dan hilangnya rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap profesi yang ditekuninya. Ironisnya, sebagian besar dari kita cenderung menggunakan standar orang lain untuk memaknai kesuksesan dalam kehidupanya.
Ternyata, begitu indah dan dalam makna sebuah kesuksesan…., rasanya sangat bodoh dan merugi bila kita tidak berusaha dan berjuang untuk meraihnya. Karena sukses bukan sekedar hak setiap orang, sukses adalah kewajiban.
Bagi saya pribadi sukses saya sebagai ibu adalah saat buah hati memeluk erat dan mencium sayang seraya berkata dengan penuh kebanggaan …”ini mama aku”.
Sukses saya sebagai pelayan diperusahaan adalah saat mendapatkan ungkapan terimakasih yang tulus dari customer/nasabah dan ungkapan rasa puas dari atasan dan rekan kerja atas pelayanan yang saya berikan. Sukses saya sebagai wirausaha adalah saat mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan orang-orang yang andil dalam usaha yang saya tekuni.
Selamat mencapai sukses!

wah makin ok aja nih tulisannya rini jg udah baca bukanya tp ko gak terinspirasi ya..pa kurang penghayatan kali..ya…heheh