<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Menarik Perhatian Atasan,
So what gitu loh….
Setiap orang memiliki kepribadian dan prinsip hidup yang berbeda-beda, hal ini sangatlah berpengaruh dengan sikap individu tersebut dalam berprilaku didunia kerjanya.
Ada yang energik dan senang tampil kedepan serta selalu berusaha secara proaktif untuk merebut perhatian atasan, namun ada juga yang lebih bersikap konservatif dan dan bertindak lebih pasif walaupun kedua individu tersebut memiliki tingkat kecerdasan yang sama.
Hal tersebut, biasanya selain didasari oleh kepribadian masing- masing individu, juga pemahaman yang keliru mengenai sikap atau tindakan untuk menarik perhatian atasan kerja kita.
Dalam dunia kerja yang begitu penuh persaingan, usaha untuk selalu menarik perhatian atasan bukanlah suatu hal yang tabu. Karena hal tersebut sangat penting untuk menunjang karier kita dalam dunia kerja. Namun harus dipahami lebih dahulu, bahwa yang perlu kita lakukan untuk menarik perhatian atasan bukanlah menunjukan sikap penjilat, cari muka, atau sikap negatif lainya yang cenderung over acting yang malah akan mengakibatkan atasan dan rekan kerja kita menjadi mual karena sikap negatif tersebut.
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk dapat menarik perhatian atasan kerja yang tentunya akan berimbas pada peningkatan karier kita didunia kerja.
-
Kenali atasan anda
Mengenal atasan bukan hanya sekedar kenal nama, alamat dan susunan keluarganya, akan tetapi juga mencakup hoby dan kebiasaan-kebiasan serta siklus energinya.
Menurut Ahrry Chambers, penulis buku getting promoted, kita harus tau kapan energi atasan kita sedang memuncak dan kapan saat eneginya mulai melemah. Bila kita tau atasan selalu happy dipagi hari, maka pada jam-jam tersebut adalah saat yang tepat untuk kita mengemukakan ide-ide cemerlang yang kita miliki.
Disamping itu, kita juga harus mengetahui kebiasaan kerjanya, apakah dia lebih suka mendapat laporan yang step by step atau hal seperti itu justru akan membuatnya naik darah.
Jangan lupa untuk mengetahui juga apa yang paling ia hargai dalam menilai kerja bawahanya, bila atasan senang dengan karyawan yang memiliki brain stroming, maka jangan ragu untuk selalu mengemukakan ide- ide yang kita punya. Atau mungkin atasan sebih menyukai karyawan yang selalu dapat menyelesaikan tugas tepat waktu, maka kita fokuskan diri untuk penyelesaian tugas-tugas yang diberikan.
-
Mengamati cara bicara atasan anda
Menjadi pendengar yang baik bukanlah sekedar mendengarkan apa yang ia katakan, tapi juga bagaimana cara ia mengatakan hal tersebut.
Menurut Lona O’Connor, penulis The Top Ten Dumb Career Mistakes an how to avoid them, kita harus bersikap hati-hati dan penuh persiapan dalam menghadapi atasan yang gaya bicaranya cenderung perlahan dan hati-hati, karena biasanya dia adalah seorang perfeksionis. Sedangkan atasan yang gaya bicaranya cepat, biasanya lebih menyukai hal yang to the point.
-
Bekerja di “Alam kerja” atasan anda
Salah satu cara yang efektif untuk dapat membina hubungan baik dengan atasan adalah dengan cara menyesuaikan diri dengan gaya kerjanya. Bila atasan kita seorang kutu buku, dan fanatik dengan tema-tema tertentu, usahakan kita pernah membaca beberapa diantaranya. Bila dia menyukai teknologi dan dunia informasi, tentu kita harus rajin mengikuti perkembangannya.
Yang lebih penting lagi, sekali kali, posisikanlah diri kita sebagai seorang pemimpin/atasan, dalam arti, seandainya kita menjadi seorang pemimpin, tentu kita akan menginginkan anak buah yang rajin, patuh, dan mampu menyelesaikan semua tugas-tugas yang diberikan bukan? Nah demikian pula atasan kita.
-
Buka Suara saat meeting
Saat meeting adalah saat yang paling tepat untuk kita menunjukan talent dan kepedulian kita terhadap perusahaan. Karena itu, persiapkan diri sebaik munkin sebelum acara meeting dimulai.
Kita dapat mengumpulkan informasi sebanyak mungkin melalui koran maupun internet. Hanya duduk diam selama meeting dapat meruntuhkan karier kita, kita akan tampak seperti orang bodoh dan tidak memiliki motivasi kerja. Namun apabila kita benar-benar kehabisan ide, kita dapat menunggu rekan lain untuk bicara, kemudian kita memberikan tambahan atau komentar mengenai ide rekan tersebut.
-
Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh yang merupakan bahasa non verbal ini, tidak kalah penting dengan bahasa verbal (lisan). Karena itu, kita harus pandai-pandai menjaga bahasa tubuh kita, terutama saat berhadapan dengan atasan. Bahasa tubuh kita harus mencerminkan sikap percaya diri dan profesional. Bahasa tubuh, seperti gaya bicara yang rileks, suara yang hangat dan akrab,serta senyuman, anggukan dan gerakan tangan yang natural dan sesuai situasi yang dihadapi, sangat membantu kita untuk dapat mengungkapkan maksud dengan lebih baik.
-
Menjadikan kalimat atasan sebagai referensi
Setiap orang pasti senang bila kata-katanya disimak dan didengarkan dengan baik, demikian juga dengan atasan kita. Karena itu, dengarkan dan catat apa yang diucapkan atasan saat meeting. Kemudian dalam percakapan diluar meeting dapat kita katakan “Sesuai sengan pernyataan bapak dalam meeting tadi mengenai…….dst”. Hal tersebut akan sangat menyenangkan atasan kita, karena dengan mengingat apa yang dikatakanya, ia merasa sangat dihargai dan dihormati.
-
Meminta Saran
Terkadang kita lupa atau enggan meminta saran atasan karena sudah merasa tau apa yang harus kita kerjakan, namun tak ada salahnya kita meminta saran dari atasan kita, untuk menunjukan kalau pendapatnya sangat berhaga untuk kita. Dengan demikian atasan akan semakin senang, dan hubungan kerja dengan atasan semakin dekat dan semakin baik.
-
Be On time
Jadilah karyawan yang selalu tepat waktu, baik dalam kehadiran maupun dalam melaksanakan tugas yang diberikan atasan, karena seorang atasan yang sering terlambat sekalipun tidak akan senang memiliki karyawan yang tidak tepat waktu.
Mungkin 8 point tersebut hanya merupakan sebagian dari cara-cara efektif yang dapat kita lakukan untuk menarik perhatian atasan kita, namun bila kita memiliki kemauan dan kemampuan untuk mempraktikan ke 8 point tersebut, Insya Allah kita akan menjadi karyawan yang memiliki citra positif dan memiliki daya tarik tersendiri dimata atasan. Dengan demikian, atasan tidak akan ragu untuk memberikan promosi untuk peningkatan karier kita. Selamat mencoba.

Yang Mampir